Experiential Avoidance

Assalamualaikum.

I just wanted to share something for my future reference.
So, basically this post is for the current me and future me.

Everyone has fear.
Fear of taking risks.
Fear of making decisions.
Fear of responsibilities.
Fear of trying something new.
Fear of many things.

There are lot of things we are afraid of.
Therefore, to not experiencing the fear, we always avoid doing things that we are afraid of.

We avoid taking risks
We avoid making decisions
We avoid responsibilities
We avoid trying something we never did before
We avoid many things

We avoid just because we don't want to experience fear.

Unfortunately, life does not work that way.
We cannot achieve success without having fear to start the first step.
We cannot get things done by avoiding doing things.
We can never know our potentials if we don't try.
Have you ever heard a song sang by Shakira, "Try Everything"?
Here I share the lyrics:
I messed up tonight
I lost another fight
I still mess up but I'll just start again
I keep falling down
I keep on hitting the ground
I always get up now to see what's next
Birds don't just fly
They fall down and get up
Nobody learns without getting it won
I won’t give up, no I won’t give in
Till I reach the end
And then I’ll start again
Though I’m on the lead
I wanna try everything
I wanna try even though I could fail
I won’t give up, no I won’t give in
Till I reach the end
And then I’ll start again
No I won't leave
I wanna try everything
I wanna try even though I could fail
Oh oh try everything
Look how far you've come
You filled your heart with love
Baby you've done enough that cut your breath
Don't beat yourself up
Don't need to run so fast
Sometimes we come last but we did our best 

I won’t give up, no I won’t give in
Till I reach the end
And then I’ll start again
Though I’m on the lead
I wanna try everything
I wanna try even though I could fail
I won’t give up, no I won’t give in
Till I reach the end
And then I’ll start again
No I won't leave
I wanna try everything
I wanna try even though I could fail
I'll keep on making those new mistakes
I'll keep on making them every day
Those new mistakes
Oh oh, try everything

Yusra and Hana Humaira' :D
(remember when we were a cute little kid? We try to walk and fall but 
WE KEEP TRYING)


I know, this is the hardest things to do
Because we always have all the maladaptive thoughts.
"What IF I fail?"
"What IF people don't like me?"
"What IF I make silly mistakes?"
"What IF people judge me?"
"What IF..."
"What IF..."
"What IF..."
till the end of the world, we can never get an answer for this "What IF question"
(p/s: try everything that is permissible only okay ^_^)

How funny we are,
we always imagine bad things that have not yet happened
Until we forget to embrace present moment
We are too caught of with our thoughts that most of the time are not true.
How can we know if we never try, right?

Maybe, what we should say to ourselves is "What IF I give it a try and see how it goes..."
Yes, we might fail but we know we have tried.
Yes, we might fail but we learnt from the experience.
Yes, we might fail but we have succeed by starting the first step.


 I end this post with this video:


The point is: "We can't change our lives for the better without worrying that we will change for the worse. There is no way around this. It is the human condition. BUT we can cultivate the ability to experience difficult thoughts and emotions in the service of what matters most to us. This is called PSYCHOLOGICAL FLEXIBILITY"

Till then,
Hope this might be beneficial to us all. 
I write this just to remind myself in the future.
:)




Rindu- Tere Liye

Assalamualaikum.

Alhamdulillah, selesai baca novel yang menyentuh perasaan, membuka fikiran dan sedikit sebanyak menjawab beberapa persoalan kehidupan. Novel ini best seller. Dalam masa setahun lebih, buku ini telah dicetak berbelas kali. Novel ini juga mendapat anugerah buku islami terbaik.

credit: google


Secara ringkas, novel Rindu ini berkisarkan tentang kerinduan kepada Ilahi. Berlatarbelakangkan tahun 1930-an, penulis berjaya membawa pembaca menelusuri zaman tersebut di mana untuk berangkat ke haji, masih menggunakan kapal laut. Sangat menarik bila baca, sebab dapat rasa betapa banyak pengalaman dapat ditimba dalam perjalanan sebulan di atas kapal berangkat ke haji. Betapa jiwa-jiwa disucikan dahulu sepanjang sebulan perjalanan sebelum melakukan haji. Banyak tempat dilewati sebelum sampai ke pelabuhan Jeddah. Banyak kisah menarik yang diceritakan. Sangat menarik dibaca sebab pada zaman sekarang, pengalaman menakjubkan seperti ini tak dapat kita rasakan.

Novel ini berkisah tentang masa lalu yang menyakitkan, kisah tentang persoalan-persoalan kehidupan yang baru ditemui jawapannya sekarang, dan kisah tentang harapan.

Sinopsis yang penulis beri di bahagian belakang buku tersebut berbunyi,

""Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta, ketika menangis terluka atas perasaan yg seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja”
Rindu- Tere Liye. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan."

Dalam novel ini, terdapat beberapa watak. Antaranya:

Gurutta Ahmad Karaeng: ulama' termasyhur yang sangat merendah diri dan bijak. Ulama' yang menjadi rujukan bagi penumpang yang sesak dengan masa lalu mereka. Namun, beliau sendiri punya persoalan yang tak mampu beliau jawab sendiri.

Daeng Andipati: seorang ayah dan suami yang penyayang, berpendidikan, baik hati. Di luar terlihat bagai mempunyai kebahagiaan sempurna tetapi masih menyimpan dendam benci terhadap ayah kandung kerana masa lalu yang menyakitkan.

Bonda Upe: Guru mengaji bagi anak-anak di atas kapal. Mempunyai kisah hitam pada masa lalu hingga tak mampu ia berjumpa dengan orang lantaran malu dengan masa lalunya. Hanya berjumpa di masjid untuk mengajar anak-anak mengaji. Selebihnya tak bergaul dengan orang.

Mbah Kakung: Seorang datuk yang tua. Sangat kasih kepada isteri yang dinikahi selama 60 tahun. Segalanya sangat sempurna kerana misi pergi haji yang lama telah dijanji untuk pergi bersama sedang dalam perjalanan untuk dikerjakan. Namun, kematian sang isteri semasa perjalanan di atas kapal merenggut bahagianya dan muncullah pertanyaan tentang takdir itu.

Ambo Uleng: Kelasi kapal yang tangguh. Bekerja di kapal tersebut hanya untuk melarikan diri daripada rasa patah hati dan kecewa dengan cinta. 

Menarik kisah yang digarapkan. Bagaimana misterinya takdir Tuhan. Kelima-lima mereka bertemu di atas kapal dan masing-masing menemukan jawapan kehidupan yang selama ini membuat sesak dalam dada.  Betapa, dalam kehidupan kita ini, sebenarnya kita banyak berjumpa dengan orang. Ada yang memang signifikan sekali kehadiran mereka dalam hidup kita. Ada yang hanya datang dan pergi malah terlupakan terus. Namun yang pasti, setiap dari kita mempunyai pengaruh terhadap kehidupan orang lain.

Perkara yang paling saya suka dalam novel ini:

Pertama, sisi kemanusiaan seorang manusia. Beliau sama sekali tak menggambarkan manusia yang begitu sempurna, terlalu idealistik. Bahkan ulama' yang beliau gambarkan mampu menjawab seluruh persoalan dengan bijak dan hikmah, pun memerlukan orang biasa untuk menjawab pertanyaan dalam hidupnya. Hal ini membuat kita berfikir, bahawasanya manusia itu sangat memerlukan satu sama lain. Kerana langsung, secebis apa pun tidak kita miliki di dunia ini. 

Kedua, hal yang saya suka dalam novel ini ialah gambaran kehidupan yang sangat dekat dengan kehidupan kita sendiri. Persoalan-persoalan yang ditimbulkan ialah tentang cinta, kematian, hubungan anak dan orang tua, dan kisah silam yang gelap. Persoalan-persoalan ini memang persoalan yang sering kita tanyakan dan ragukan. Kita ragu dengan hikmah yang belum tersingkapkan atas setiap kejadian. Kita ragu dengan rencana Tuhan dalam kehidupan. Kita sering bertanya tentang takdir Tuhan. Dan jawapan yang diberikan oleh watak Gurutta sangatlah hikmah dan dekat. Memang bila baca, rasa macam, ya Allah payahnya nak lakukan. Tapi, sebenarnya sebegitulah sepatutnya kita dalam menyikapi takdir yang mungkin kita rasakan seolah musibah bagi diri kita. 

Ketiga, saya suka dengan harapan-harapan yang ditawarkan dalam novel ini. Dan harapan-harapan inilah yang sebenarnya membuat kita rasa lebih tenang menjalani kehidupan yang belum pasti masa depannya. Harapan-harapan ini yang membuat kita rasa mampu berjalan walau dalam kepayahan memahami setiap kejadian. Harapan-harapan ini yang membuat dada terasa lapang walau banyak lagi tanda tanya yang tidak terjawabkan. 

Keempat, yang paling penting sekali ialah mesej yang disampaikan dalam novel ini ialah tentang betapa syumulnya Islam. Betapa Islam itu merupakan jalan kehidupan, bukanlah ritual-ritual kosong. Betapa Islam itu sentiasa menerangi jalan-jalan kehidupan. Melalui watak-watak dalam novel tersebut, terserlah Islam itu merupakan kehidupan. Islam yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, Islam yang menawarkan harapan bukan hukuman, Islam yang bukan hanya hubungan dengan Tuhan tetapi juga dengan insan.

Konklusinya, bacalah buku ini. Buku yang bagi saya sangat dekat sekali dengan kehidupan. Boleh jadi, ada persoalan kita yang terjawab melalui buku ini, dengan izinNya. 
Saya bagi 4.5 bintang. Kenapa tak 5 bintang? sebab awal-awal buku ini agak lambat sedikit ceritanya. Tapi, tak mengganggu pun keseluruhan cerita. 

Really recommended!

P/S: Taknak tulis jawapan bagi setiap soalan yang diutarakan sebab nak awak semua baca. Hehe. Dan taknak reveal juga soalan Gurutta yang dijawab oleh orang yang dia nasihati sebelumnya. Kalau nak tahu, bacalah! :D

 


 

Because we DON'T know


Often time, we ask God, 
"Why is this thing happens to me?"
"Why am I here?"
"Why should I do this?"
"When is it going to end?"

We forget that sometimes things happened because of our prayers. That is what we asked for. But what He gives is not like what we imagine.
Often time, we feel angry. And we don't know, why are we angry? To whom do we should express the anger?

To the extent that we lose hope.
We couldn't see the hikmah. 
We couldn't make sense of things that happened.
We keep on asking and asking, "why me?"

Because we never know. We never know His wisdom. 
But we insist to know right now. When in fact, we don't even open our heart to understand our life destiny. 

We insist to know everything when in fact, sometimes we shouldn't know everything in life because we might overwhelmed by it. Or could be, knowing something that we shouldn't have known is bad for us.

Dear self,
Actually, you need to admit that you're just a servant to Allah. You need to open your heart to see the wisdom in everything that happens in life. You need to admit that He knows everything, while you know nothing. You need to keep faith and keep working. Because you don't know what He has planned for you. Stop worrying and start believing.

I hope one day, you will read this post and smile. You will smile because you will realize how loving is Allah. You will smile because you will realize how your life story has made you who you are. Stronger, happier, more grateful than ever.

Sincerely,
Me. The one who is still struggling to believe and will keep on trying to open her heart.