Forgive and Forget

Assalamualaikum.

When I was in high school, a teacher asked us in a class, "do you think you really forgive someone when you can't forget what he/she did to you?"

And, I started to think about it until now. 

Since this issue is related to our HEART, so it's quite hard for me to determine whether I have forgave someone or not. As a human, I surely have feelings and I get hurt. When I get hurt, of course it really takes time and space to heal it. My mouth uttered that I forgive, but my heart?

It's actually something wrong in our heart if we can't forgive the one who has wronged us. Because our beloved Prophet, Rasulullah S.A.W even forgave a person who once plan to kill him. Subhanallah. How forgiving he is. He even forgave the people of Taif who did not accept his dakwah and threw him with stones. And when the angel (Jibreel A.S) offered him to destroy the people, he refused. He even prayed for the people of Taif! Masha Allah! I just feel amazed with his pure heart. But, we?

Our God, Allah S.W.T also forgives His slaves, no matter how great our sins are as long as we make the taubah. 

  “Dan sesiapa yang melakukan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri (dengan melakukan maksiat) kemudian dia memohon ampun kepada Allah, nescaya dia akan mendapati Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
[ 4:110 ]

“...Dan kalaulah mereka ketika menganiaya diri mereka sendiri datang kepadamu (wahai Muhammad) lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasulullah juga memohon ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani”
[ 4:64]

See, The One who creates us, gives us everything we need in life and owns our life is ready to forgive us when we make taubah. 

source: google

How about us?
Why we need to keep grudge in our heart?
[I'm talking to myself actually]
Why we need to feel hurt everty time we recall what the person had done to us?
Why can't we just forgive and forget? 

Then, I got an answer.
It's because our heart still got diseases.
And, we need to clean our heart.

Remember. We also do mistakes to people and we also create scars in their heart.
So, why do we feel like we are "big" enough not to forgive a person who has wronged us?
Even Allah and the Prophet forgive people wholeheartedly. Why don't we?

Let's us keep trying to forgive and forget.
Like what Elsa said in "Frozen"
LET IT GO.
THE PAST IS IN THE PAST.. 


Bukankah kita taknak hidup dengan luka yang lepas?
Bukankah kita makin rasa sakit bila kita tak memaafkan dan melupakan rasa sakit tu?
Dan, bukankah orang yang menyakiti kita itu juga adalah saudara kita?

"Sesungguhnya, orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu; dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat."
[ 49:10 ]

Mengutuk Kegelapan atau Menawarkan Cahaya?

Assalamualaikum.
 
 

Hari demi hari, umat makin derita. Makin disogok dengan penyakit-penyakit yang boleh membunuh semangat dan jiwa orang muda. Berita-berita yang dibaca semua berkisar tentang kerosakan akhlak.
Dunia ini memang sudah tenatkah?

Saya dapat merasa dunia sedang merayu kepada manusia untuk kembali suburkannya.
Kasihan dunia. Dizalimi dan disakiti sebegitu rupa.
Terkadang apabila terlalu biasa dengan berita-berita ini, dah tak mampu untuk rasa apa-apa.
Dan sungguh, perasaan ini sangat bahaya apatah lagi bagi seorang yang menggelarkan dirinya seorang daie. Astaghfirullah.

Sedih. Risau. Gelisah. Semua perasaan bercampur baur dan tak mampu untuk digambarkan.
Melihat manusia ditipu dengan perasaan dan nafsu sendiri, itu sangat sakit.
Ah dunia, engkau yang kejam atau manusia yang zalim?

Masalah umat memang merisaukan. Memang menyedihkan.
Tapi, apa yang lebih menyedihkan ialah kita tidak melakukan apa-apa untuk membaiki.

Betapa terkadang diri ini ingin sangat melihat perubahan yang mendadak.
Ingin melihat dunia kembali diletak atas fitrahnya. Tak sanggup lagi melihat manusia tenggelam dalam lumpur hitam yang membawa kerosakan.
Tapi, apa yang kita lakukan? Itu satu persoalan yang memerlukan jawapan.

Ye, kita tidak mampu untuk mendidik semua orang.
Berkongsi kefahaman yang kita ada bersama dengan mereka bukan suatu benda yang mudah.
Maka, seorang sahabat berkata, "Lihat kembali bagaimana Rasulullah menangani keadaan di Jahiliyyah dulu."

Ye, Sirah. Sirah yang penuh dengan pengajaran yang mengujakan.
Memberi semangat bagi jiwa yang lemah.
Moga Allah kuatkan.

Semoga kita bukan para daie yang hanya tahu bersedih dengan masalah tetapi tidak menggerakkan.
Semoga kita tidak menjadi orang yang hanya mengutuk kegelapan kerana kita sepatutnya menawarkan cahaya dan menunjuk jalan. Moga Allah mudahkan.

Belum Tibakah Masanya?

Assalamualaikum.

Kebelakangan ini, saya berhadapan dengan konflik dalaman demi mengelakkan tanggungjawab yang perlu digalas. Bahaya betul. Astaghfirullah.

Tapi, memang Allah itu sangat memahami jiwa hambaNya.
Lalu, peringatan demi peringatan diberi beserta jalan yang ditunjuk arahnya. Alhamdulillah.

credit: http://muharikah.com

Merenungi firman Allah dalam Surah Al-Hadid ayat 16:
" Belum tibakah masanya bagi orang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerim kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang hingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak antara mereka menjadi orang fasik." Surah Al-Hadid:16

Setiap kali daurah (program) ada saja ayat-ayat yang dibaca untuk menjentik kembali hati yang macam nak layu dah. Jujur kata, bila naqibah kata saya dan sahabat lain dah perlu menggalas tanggungjawab menjadi "kakak-kakak" baru, saya mula gelisah. 

"Biar betul? Aku ni join tarbiyyah tak sampai setahun lagi"
" Hish. Benda besar ni. Aku nak tarbiyyah diri pun liat lagi nih."
"Eh, aku boleh ke ni? Banyak kot tak prepare lagi"

Dan macam-macam lagi alasan yang sengaja dibuat bagi mengelakkan tanggungjawab. Walaupun cuma bercakap dengan diri, tapi serius rasa nak lari.

credit: google


Ya Allah, beratnya! Sampai berat kepala dirasa. Kemudian, dalam hati rasa berat, diketuk lagi hati dengan ayat Allah
"Berangkatlah kamu dalam keadaan merasa ringan mahupun merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah.Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." Surah at-Taubah : 41

Mana lagi saya nak elak? Sampai bila saya nak bersenang lenang dalam dunia dakwah tarbiyyah ni?
Sampai bila saya nak terus menerima tanpa memberi? Kedekutnya saya. Sedangkan di luar sana sangat ramai orang yang dahagakan kemanisan dakwah ini. Sangat ramai yang perlukan bimbingan. Boleh jadi jika saya terus mengelak dan melarikan diri, mereka-mereka yang saya tinggalkan menjadi penyebab saya terhalang dari masuk syurga. Nauzubillah.

Bukankah Allah telah memilih kita untuk berada dalam gerakan ini? Sejauh mana saya cuba lari, Allah pasti akan memanggil dengan berbagai cara yang unik hingga membuat saya tak boleh lari.
Lalu, buat apa saya cuba lari kan?
Hadapinya dengan tabah.

I need to always remind myself than this is the right path.
This is the short-cut to Jannah. Allah has showed me the way. So, why do I need the other ways?
May Allah ease my way. May Allah ease our way. insha Allah.
I'm not alone by the way. Why do I'm afraid?